Follow by Email

Senin, 05 Maret 2012

SEPULUH JENIS IKAN HIU TERBESAR DI DUNIA

10 jenis ikan hiu terbesar (KLIK HERE)

Terdapat 360 species yang terbagi dari 8 kelas ikan hiu. Beberapa jenis ikan-ikan hiu adalah pemangsa (predators) dan ada juga yang benar-benar jinak. Bentuk dari hiu ini pun berwariasi, ada yang besar, ada juga yang kecil. Di bawah ini adalah 10 jenis ikan hiu terbesar di dunia.


1. Whale Shark (klik here)





Whale Shark, Rhincodon Typus adalah hiu terbesar di dunia. Meskipun besar, hiu paus (Whale Shark) ini juga bukanlah pemangsa, mereka adalah hiu yang bergerak lambat yang hanya memakan phytoplankton atau binatang yang sangat kecil yang hidup di laut.

Hiu paus ini dapat hidup sehingga 41 kaki dan berat hingga 15 ton("KLIK HERE"). Hiu paus ini sama seperti hiu lainnya yang dapat di temukan di sekitar laut khatulistiwa dan perairan yang hangat. Spesies yang berasal dari kehidupan 60 juta tahun yang lalu ini mampu hidup hingga 70 tahun lamanya.


2. Basking Shark (klik here)




Hiu Basking, Cetorhinus Maximus adalah salah satu hiu yang sangat besar dan menjadikan hiu basking ini menempati posisi ikan hiu terbesar ke 2 dunia(KLIK HERE). Hiu basking ini dapat hidup sepanjang 40 kaki dan pernah tertangkap dengan berat hingga 19 ton. Akan tetapi meskipun berbadan besar, hiu jenis ini cenderung lambat dan bukanlah predator / pemangsa.


3. Great White Shark (klik here)




Great White Shark, Carcharodon Carcharias, adalah salah satu dari hiu yang terganas di dunia. Hiu ini dapat hidup sepanjang 26.2 kaki dan berat hingga 5000 lbs (2267.96 kg). Hiu Great White adalah hiu terakhir dari jenis spesies Carcharodon(KLIK HERE). Hiu ini dapat di temukan di dekat pantai di semua lautan, jadi jika kalian lagi liburan, pastikan untuk tidak berenang bersama jenis ini.


4. Tiger Shark (klik here)




Tiger Shark, Galeocerdo Cuvier menempati urutan ke 4 hiu terbesar di dunia dengan panjang hingga 24.3 kaki. Hiu besar ini mampu hidup hingga 2000 lbs (907,18 kg) dan sangat terkenal dengan kekejamannya.

Tidak hanya memakan semua jenis kehidupan laut, tetapi mereka (Tiger) juga terkenal sering menyerang perenang. Sesuai namanya, hiu ini sangat mirip dengan corak harimau, mereka biasanya hidup di daerah perairan khatulistiwa, tetapi lebih cenderung di sekitar perairan Pacific.


5. Pacific Sleeper Shark (klik here)




Hiu Pacific Sleeper, Somniosus pacificus, adalah hiu terberat lainnya yang dapat hidup sepanjang 23 kaki dan berat hingga 800 lbs (362,87 kg). Satu hal yang membuat hiu jenis ini menarik adalah mereka adalah salah satu dari sedikit jenis hiu yang dapat di temukan di daerah bertemperatur rendah (daerah menghadap kutub). Mereka biasanya hidup di laut dalam, dengan kedalaman hingga 6500 kaki di bawah permukaan laut.


6. Greenland Shark (klik here)




Hiu Greenland Shark dengan nama latin Somniosus Microcephalus atau di kenal dengan sleeper shark, gurry shark, ground shark, grey shark atau Inuit Eqalussuaq. Hiu ini adalah hiu yang besar dan dapat di temukan di sekitar perairan Atlantic utara, terlebih banyak di dekat Greenland dan Iceland.

Hiu jenis ini dapat hidup sepanjang 21 kaki dan hidup selama 200 tahun(KLIK HERE). Hiu jenis ini terkenal dengan binatang bertulang punggung yang pernah hidup terlama. Mereka cenderung hidup di kedalaman 6600 kaki di bawah permukaan laut, akan tetapi hiu Greenland ini pernah tertangkap kamera di laut dangkal serendah 24 kaki.


7. Great Hammerhead Shark (klik here)



Great Hammerhead, Sphyma mokarran adalah hiu terbesar dari semua jenis hiu hammerhead yang dapat hidup sehingga 20 kaki. Great Hammerheads dapat di temukan di seluruh dunia layaknya hiu - hiu yang hidup di perairan khatulistiwa.

Berbeda dengan hiu lainnya, hiu Great Hammerhead ini merasa manusia sebagai bahaya(klik here), mereka (Great Hammerheads) bersifat sedikit lebih pemalu di banding hiu - hiu lain, dan sering kali terlihat menghindari manusia. Hiu Great Hammerhead terbesar yang pernah di tangkap oleh manusia adalah jenis betina dengan berat 1280 lbs (580,59 kg).


8. Thresher Shark (klik here )




Hiu ini jenis keturunan hiu besar yang dapat hidup sepanjang 18 kaki. Ini yang menyebabkan hiu Thresher menduduki posisi ke-8 hiu terbesar dunia(klik here). Hiu ini biasa nya hidup di perairan laut khatulistiwa dunia. Hiu Thresher seringkali terlihat ramping tetapi jangan tertipu oleh muslihat nya, karena hiu ini dapat mencapai berat hingga 1100 lbs (498.95 kg).


9. Bluntnose Sixgill Shark (klik here)




Hiu Bluntnose Sixgill, Hexanchus griseus, adalah jenis hiu ke-9 terbesar di dunia dan sering di kenal dengan hiu sapi. Hiu Bluntnose Sixgill adalah jenis dari family Hexanchidae. Kebanyakan jenis dari saudara hiu ini sudah punah. Warna dari jenis hiu ini pun bervariasi dari warna coklat hingga mendekati hitam. Hiu-hiu ini dapat hidup hingga sepanjang 15.8 kaki, tetapi hiu lebih besar dengan jenis ini pun pernah terlihat.


10. Bigeye Thresher Shark (klik here )




Jenis ikan hiu Bigeye Thresher, Alopias superciliosus, menempati urutan ke-10 jenis hiu terbesar di dunia. Hiu jenis Bigeye Thresher dapat di temukan di daerah laut khatulistiwa dan dapat di temukan di kedalaman 1.650 kaki di dasar laut. Hiu Bigeye Thresher mempunyai ciri khas berwarna abu keunguan dan dapat hidup sepanjang 15.1 kaki dan mencapai besar hingga 795 lbs (360.60 kg)



Minggu, 04 Maret 2012

WHITE TIGER (HARIMAU PUTIH )

White Tiger

Do you no.. tentang White tiger ataw dlm bahasa Indo disebut hatimau putih?, itu adalah salah satu binatang yang menurut saya sangat mengesan kan,kali ini kita akan membahas tentang White tiger, White tiger adalah("KLIK DI SINI"). Harimau putih merupakan variasi warna dari setiap jenis harimau yang bulu yang putih atau hampir putih, meskipun bukan subspesies yang terpisah. Pewarnaan ini disebabkan oleh gen resesif.

Dibandingkan dengan harimau oranye tanpa gen putih, harimau putih cenderung lebih besar baik pada lahir dan orang dewasa sebagai dewasa  Terlepas dari warna yang tidak biasa mereka,. ukuran mereka dapat menguntungkan di alam. Harimau oranye heterozigot juga cenderung lebih besar dari harimau oranye lainnya. Kailash Sankhala, direktur dari New Delhi Zoo pada tahun 1960, mengatakan "salah satu fungsi dari gen putih mungkin telah untuk menyimpan gen ukuran populasi, dalam kasus itu pernah diperlukan."

Dark-orang putih bergaris baik-didokumentasikan dalam subspesies harimau Bengal, juga dikenal sebagai Royal atau harimau Benggala India, (Panthera tigris tigris atau P. t. bengalensis), dan mungkin juga terjadi di penangkaran harimau Siberia (Panthera tigris altaica ), serta telah dilaporkan secara historis dalam jenis lainnya("KLIK HERE"). Putih bulu hewan sangat erat kaitannya dengan Bengal, atau subspesies India.

Saat, beberapa ratus harimau putih di penangkaran seluruh dunia, dengan sekitar seratus ditemukan di India. Namun demikian, populasi mereka semakin meningkat. Populasi harimau putih modern mencakup murni Bengals dan hybrid Bengal-Siberian, bagaimanapun, tidak jelas apakah gen putih resesif datang hanya dari Bengals, atau jika hal itu juga berasal dari nenek moyang Siberia
 

Warna yang tidak biasa harimau putih telah membuat mereka populer di kebun binatang dan hiburan menampilkan binatang eksotis("KLIK HERE"). The pesulap Siegfried & Roy yang terkenal untuk berkembang biak dan pelatihan dua harimau putih untuk penampilan mereka, menyebut mereka sebagai "harimau putih kerajaan", asosiasi harimau putih itu dengan Maharaja Rewa.

Maharaja Rewa Martand Singh pertama mengamati harimau putih jantan Mohan selama kunjungannya ke hutan Govindgarh di Rewa, Madhy Pradesh, India. Setelah berburu selama berbulan-bulan, ia mampu menangkap harimau putih pertama yang tinggal terlihat di alam("KLIK HERE"). Dengan bantuan dari para ahli kedokteran hewan resmi, ia gagal mencoba untuk berkembang biak harimau putih dengan harimau betina berwarna. Akhirnya, bagaimanapun, ia berhasil menciptakan generasi kedua harimau putih. Dalam waktu, itu diperluas di seluruh dunia.
.


 


"INFO TERPOPULER DAN BANYAK DI CARI ADA DI SINI>>>KLIK>>KLIK HERE>>>>"





Sabtu, 03 Maret 2012

KALAJENGKING (scorpion)

Kalajengking Kalajengking Paling Berbahaya di Dunia

Death stalker, Leiurus quinquestriatus


Type: Terrestrial, Opportunistic Burrower
Origin: Timur Tengah dan Afrika Utara
Size: 10-13 cm
Temperamen: agresive

deathstalker dikenal sebagai spesies yang memiliki racun paling mematikan racunnya adalah campuran dari berbagai racun neurotoxin yang sangat kuat (kaga tau dah neurotoxin apaan tp kyknya bahaya)("KLIK HERE") yang dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat tidak tertahankan, kemudian demam, diikuti dengan koma, kejang-kejang, kelumpuhan dan kematian. Untungnya, untuk manusia dewasa yang sehat, walaupun menyakitkan, tapi tidak dapat membunuh. Anak kecil, orang tua dan individu yang lemah (misalnya jantung lemah)berada pada kelompok beresiko tinggi akan kematian bila tersengat kalajengking ini..


Arabian Fat-tailed scorpion, Androctonus crassicauda

Type: Terrestrial dessert
Origin: Timur Tengah dan Afrika Utara
Size: sekitar 10 cm
Temperamen: kaga terlalu agresive

fat-tailed scorpion atau Androctonus merupakan salah satu spesies kalajengking paling beracun di dunia("KLIK HERE"). namanya aj "Androctonus" yang berarti man-killer. Diantara seluruh spesies Androctonus mungkin yang paling bahaya adalah Arabian Fat-tailed Scorpion ini, racun yg dia miliki bisa menyaingi racun Deathstalker. racun yang spesies ini miliki juga terdiri dari neurotoxin. Spesies ini bertanggung jwb atas kematian beberapa orang tiap tahunnya. Saat ini masih menjadi perdebatan siapakah kalajengking paling mematikan, apakah Deathstalker atau Arabian Fat-tailed


Yellow Fat-tailed scorpion, Androctonus australis

Type: Terrestrial
Origin: Timur Tengah, Afrika Utara, India
Size: lebih dari 9 cm
Temperamen: kadang agresive kadang calm

sesuai dengan jenisnya yaitu jenis "Androctonus", yellow fat-tailed merupakan jenis yg sangat mematikan, walaupun racun nya tidak sekuat Deathstalker ataupun Arabian fat-tailed, racun yellow fat-tailed bisa membunuh seseorang dalam waktu 2 jam("KLIK HERE") apabila tidak segera diberi serumnya (tidak berpengaruh thdp orang dewasa yg sehat). mendapatkan serumnya juga tidak gampang, bahkan di AS saja dalam mendapatkan serumnya sangat sulit


Black Spitting Thicktail Scorpion, Parabuthus transvaalicus

Type: Opportunistic Burrower
Origin: Afrika
Size: sekitar 12 cm
Temperamen: cukup agresive

juragan ad yg tau knp jenis yg satu ini mendapat julukan Black Spitting Thicktail Scorpion?? Ini dikarenakan mereka bisa menyemburkan racun mereka seperti halnya kobra. racun yg mereka semburkan dapat sampai berjarak 1 meter, dan apabila terkena mata dapat menyebabkan rasa yg sangat perih dan kebutaan sementara, namun kebutaan ini bisa jadi permanen jika racun tidak segera dibersihkan("KLIK HERE"), kemampuannya inilah yang membuat ia dianggap sbg spesies yg cukup berbahaya, namun kadar racunnya tidak tergolong mematikan. walapun begitu racun yg dimiliki jenis ini berbahaya untuk anak2 dan orang yg alergi terhadap racun ini.

Striped bark scorpion, Centruroides vittatus
Type: Opportunistic Burrower
Origin: Amerika Utara
Size: 5-7 cm
Temperamen: tidak agresive

seperti byk kalajengking lainnya, jenis ini juga gampang ditemukan disekitar habitatnya. namun karena kedekatan nya dgn manusia, jenis ini (walaupun tidak agresive) cukup sering merugikan manusia("KLIK HERE"). sengatannya sangatlah menyakitkan. untuk beberapa orang dapat terjadi selama 15-20 menit dan tidak jarang sampai hingga 2-3 hari. namun jenis ini jarang sekali hingga menyebabkan kematian, beberapa laporan menyebutkan bahwa jenis ini bertanggung jwb atas kematian beberapa orang namun itu semua masih menjadi perdebatan.

Ini untuk Kalajengking yang ada di Indonesia...

Asian Forest Scorpion, Heterometrus longimanus

Type: Terrestrial
Origin: Asia bagian selatan termasuk Indonesia
Size: 10-12 cm
Temperamen: sangat agresive

Ia sangatlah mirip dengan emperor scorpion, namun sifatnya sangat berbeda. Asian forest merupakan jenis yg sangat agresive dan cukup bersifat defensive sehingga sering merasa terancam sehingga sering terlihat berada dalam posisi siap menyerang. berbeda dgn jenis2 kalajengking di atas("KLIK HERE"), bila terancam Asian forest jarang menyengat menggunakan ekornya, mereka lebih sering menyerang dgn menggunakan capitnya yg cukup besar untuk membuat kita berdarah racun yg dimiliki oleh Asian forest tidak mematikan (dikatakan hanya sekuat sengatan tawon) mungkin karena itu ia lebih mengandalkan capitnya yg kuat



UNTUK INFORMASI PALING POPULER SAAT INI>>>KLIK>>>"

JERAPAH

JERAPAH
Hewan yang 
menonjol daripada 
yang lain

Jerapah bahwasanya memang menonjol daripada hewan yang lain. Di kebun binatang atau di habitat alaminya yang berada di sekitar Afrika Tengah, tingginya menjulang lebih dari binatang lain, dan merupakan hewan darat terbesar yang kedua yang masih hidup hingga sekarang (gajah Afrika yang paling besar). Panjang leher jerapah telah mempesonakan para pengamat selama beberapa tahun. 'Bagaimana lehernya bisa panjang?("KLIK HERE")' tanya mereka.
Dalam pengamatan pundaknya yang setinggi 3 meter (10 kaki) jerapah mengulurkan lehernya yang sepanjang 2,5 meter (8 kaki) sampai batasnya, dan ditambah dengan lidahnya yang panjang dan berukuran hampir 1 kaki untuk menjangkaukan dirinya dengan dahan pohon akasia yang terlihat tidak bisa diraih, dan beberapa orang mungkin percaya bahwa proses penguluran tersebut menyebabkan proses pertumbuhan leher jerapah. Tetapi sebenarnya, apakah seekor jerapah mampu menambah sesuatu demi ketinggiannya?
    Kalau satu fitur memang berganti, bukankah ini akan mempengaruhi semuanya? Mari kita pertimbangkan tentang jerapah.
Jerapah merupakan hewan mamalia, oleh karena itu banyak dari struktur anatominya sama dengan apa yang hewan mamalia miliki juga. Seperti dengan hewan mamalia kebanyakan, jerapah memiliki tujuh tulang leher. Bagaimana kalau ia tidak punya tujuh tulang di antara pundaknya dan bagian dasar dari tulang kepalanya?("KLIK HERE") Leher manusia yang pendek menyokong kepala yang sangat seimbang dengan postur tegak dan usaha yang amat kecil. Kepala jerapah yang besar mesti ditahan tinggi setiap saat. Pada saat ia tegak, hampir setengah dari otot lehernya yang beratnya sekitar 225 kilogram (500 pound) sedang dalam ketegangan. Jumlah otot yang diperlukan secara langsung berhubungan dengan banyaknya tulang sendi yang harus disokong. Mengurangi tulang sendi hingga hanya dua (di bagian tengkorak dan di bagian pundak) akan mengurangi beratnya dengan banyak dan keperluan energi untuk kelangsungan hidup juga ikut berkurang. Apabila hal kekurangan makanan menjadikan lehernya untuk berubah, tidakkah jumlah tulang leher dan tulang sendi berubah juga dalam proses evolusi? Tentu saja masalah dalam disain leher ini adalah hilangnya fleksibilitas, dan juga meningkatkan kemampuan keretakan secara banyak, apabila jerapah tersebut menerima suatu pukulan di kepala atau leher.
Dalam hal yang sama, memiliki leher dengan tulang sendi yang saling terhubung dengan rumit akan menyebabkan keperluan tertentu - konsumsi energi yang lebih tinggi dan perlunya untuk menyokong massa otot yang lebih banyak. Ini akan menyebabkan titik berat jerapah untuk berpindah ke bagian depan dari kaki depannya ketika kepalanya dihadap lurus ke depan, dan juga menyebabkan kaki belakang melayang dari tanah - dalam anggapan kaki depannya lumayan kuat. Tujuh tulang leher adalah disain yang unggul.
Dengan kepalanya terangkat tinggi di udara, jantung jerapah yang besar harus bisa memompa darah penuh dengan oksigen dengan cukup dalam jarak 3 meter (10 kaki) ke otak("KLIK HERE"). Ini akan menimbulkan masalah (melibatkan tekanan darah yang terlalu tinggi) ketika jerapah tersebut menurunkan kepalanya pada saat ia minum air, kalau bukan karena sekelompok dinding arteri yang unik, katup yang berkeliling dan mencegah pengumpulan darah, jaringan pembuluh darah yang kecil (rete mirabile, atau 'jaringan yang mengagumkan'), dan sinyal pendeteksi tekanan yang menjaga aliran darah yang cukup ke otak dalam tekanan yang benar. Termasuk bagi yang menganggap ini hanyalah 'adaptasi terhadap tekanan gravitasional yang tinggi dalam sistem kardiovaskular', jerapah adalah hewan yang unik.
 
PENYESUAIAN TERHADAP GRAVITASI
Jantung jerapah mungkin adalah yang paling kuat di antara hewan-hewan yang lain, karena sekitar dua kali lipat dari tekanan darah normal diperlukan untuk memompa darah melalui lehernya yang panjang hingga ke otak. Dengan tekanan darah yang tinggi ini, hanya fitur desain spesial mencegahnya dari 'meletuskan otaknya' ketika ia membungkuk ke bawah untuk minum air.
Fakta yang sama menakjubkan adalah darahnya tidak berkumpul di bagian kaki, dan jerapah tidak berdarah berlimpah-limpah apabila kakinya terluka. Rahasianya adalah kulitnya yang sangat keras dan jaringan sel di bagian dalam yang mencegah akumulasi darah. Kombinasi kulit ini telah dipelajari dengan dalam oleh ilmuwan NASA dalam perkembangan mereka tentang pakaian untuk astronot("KLIK DI SINI"). Yang juga berguna untuk mencegah pendarahan besar terdapat pada seluruh pembuluh darah di kaki jerapah yang begitu internal.
Pembuluh rambut yang menjangkau sampai permukaan amatlah kecil, dan ukuran sel darah merahnya sekitar satu per tiga dari ukuran yang dimiliki manusia yang menjadikan aliran darah memungkinkan. Ini tentu menjadi jelas bahwa dari seluruh segi dalam jerapah ini semuanya saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain dengan lehernya yang panjang.
Tetapi ada lagi. Ukuran sel darah merah yang lebih kecil memungkinkan luas permukaan yang lebih besar dan penyerapan oksigen yang lebih tinggi dan cepat dalam darah. Ini membantu menjaga persediaan oksigen yang cukup hingga ekstremitas, dan juga di bagian kepala.
Paru-parunya bekerja sama dengan jantung untuk membekali jerapah dengan oksigen yang cukup, tetapi dengan cara yang unik untuk jerapah. Ukuran paru-paru jerapah delapan kali lebih besar dari yang dimiliki manusia, dan kecepatan pernafasannya sekitar satu per tiga dari manusia. Bernafas dengan lebih pelan penting untuk menggantikan volume udara yang diperlukan tanpa menyebabkan pengasaran kulit terhadap trakea jerapah yang berlipat-lipat dan sepanjang 3,6 meter (12 kaki)("KLIK HERE"). Ketika binatang tersebut menghirup nafas segar, nafas sebelumnya yang telah kehabisan oksigen tidak bisa dikeluarkan sepenuhnya. Untuk para jerapah, masalah ini dirumitkan lagi oleh trakea yang panjang dan yang akan menyisakan udara yang mati dengan banyak, lebih banyak dari satu nafas manusia. Penyelesaiannya adalah udara yang dihirup harus cukup untuk menjadikan 'udara buruk' ini dalam persentase yang kecil dari keseluruhan total. Ini adalah masalah fisika yang telah dipecahkan oleh jerapah.
KELAHIRAN JERAPAH
Untuk hal yang mengherankan, kelahiran jerapah menyelesaikan perkara dalam Intelligent Design (Desain Intelijen). Seekor anak binatang yang baru lahir jatuh dan hidup dari ketinggian 1,5 meter (5 kaki), karena ibunya tidak mampu jongkok ke tanah dengan nyaman, dan berdiam di bawah pada saat melahirkan tentu menjadi undangan kepada singa atau pemangsa lain untuk menyerang sang ibu. Untuk seluruh hewan mamalia, ukuran kepalanya tidak seimbang dengan ukuran tubuhnya yang lain, dan ini menjadi tantangan untuk menurunkan sang anak melalui rahim.
Bayi jerapah mendapat tambahan dalam tantangan, yaitu memiliki leher panjang dan rapuh terhubung dengan seluruh tubuh barunya yang seberat 70 kilogram (150 pound). Apabila kepalanya keluar dulu, lehernya pasti retak ketika bagian tubuhnya yang lain jatuh di atas leher. Kalau kepalanya keluar paling terakhir, lehernya pasti juga retak karena berat badannya menarik kepalanya keluar dari ibunya. Jalan buntu seperti ini dipecahkan dengan panggul belakang yang berukuran amat lebih kecil daripada bahu depan, dan panjang lehernya berukuran cukup untuk memungkinkan kepala melalui rahim dan mendarat di panggul belakang("KLIK HERE"). Kaki belakang keluar dulu untuk menjaga jatuhnya bagian tubuh yang lain. Kepalanya disokong dan dibantali oleh panggul belakang, dan lehernya lumayan lentur, memungkinkan lengkokan tajam di sekitar bahu depan.
Ini adalah jalan keluar yang sempurna, yang merupakan hal yang tidak mungkin di dalam kombinasi yang lain atau panjang leher yang berbeda. Beberapa menit kemudian, anak jerapah tersebut dengan anggun berdiri di antara kaki ibunya. Dari kelahiran hingga kedewasaan dalam hanya empat tahun, lehernya tumbuh dari satu per enam hingga satu per tiga dari total tinggi jerapah tersebut. Pertumbuhan ini diperlukan hewan tersebut untuk mengatasi masalah ketinggian kakinya dan untuk tunduk ke bawah untuk minum air. Makanan anak jerapah untuk tahun pertama biasanya adalah air susu ibunya yang kaya, dan yang bisa dijangkau dengan mudah.
Dalam hal ekologi, jerapah amat cocok dengan lingkungan hidupnya("KLIK HERE"). Ada keperluan akan pohon penghias untuk mencegah pohon rimbun yang tumbuh dengan cepat dari menggelapkan tanah dan membunuh rumput-rumput penting yang menyediakan makanan untuk hewan padang rumput. Juga ada keperluan akan penjaga yang bisa melihat dari atas rumput tinggi dan memandang gerakan-gerakan kucing pemangsa. Jerapah bukan hanya tinggi dan mampu untuk melakukan hal ini, tetapi juga memiliki pandangan dan watak yang ingin tahu. Setelah memperingatkan hewan lain dengan beberapa desis ekor, jerapah dengan gagah berlangkah lari dari bahaya. Tinggi tubuh yang besar, lapisan kulit yang kuat, tendangan belakang yang mematikan, dan langkah yang panjang dan cepat membuat jerapah dewasa seekor mangsa yang tidak diinginkan oleh hewan karnivora yang lain.
Untuk menyatakan bahwa seluruh hal ini mungkin adalah hasil evolusi ke suatu kelas binatang, dengan kurangnya hal lain yang berhubungan dan bisa terpikirkan, dan menjadi amat terbina hanya karena yang disangka adalah kurangnya makanan di bagian permukaan, adalah hal yang mustahil("KLIK HERE"). Tidakkah seharusnya yang lain yang juga makan di bagian permukaan, yang juga mempan dengan kucing besar, dan yang juga mengalami radiasi kosmik yang sama, telah mencapai ketinggian seperti jerapah?
Yang menarik, ada hewan lain yang memang makan dari pohon. Kijang gerenuk (Litocranius walleri) dari Afrika memiliki leher terpanjang dari famili kijang, memiliki lidah panjang, dan makan daun-daun dari pohon ketika berdiri dengan kaki belakangnya. Kambing markhor (Capra falconeri) dari Afganistan memanjat pohon setinggi 25 kaki untuk memakan daun-daun pohon. Mamalia lain juga menginginkan daun-daun pohon tetapi tidak ada satupun dari mereka yang akan menjadi jerapah, dan jerapah tentu saja tidak berasal dari hewan 'kurang dari jerapah'.
Kita tidak bisa tahu bahwa kondisi dulu sama dengan sekarang, namun teori "keperluan akan kelangsungan hidup dengan tumbuh lebih tinggi demi makanan" merupakan hal yang sedikit lebih dari spekulasi post hoc (suatu kekeliruan dalam argumen), sama seperti berbagai penjelasan Darwin tentang jenis hewan. Rekor fosil memastikan ini, dan desain unik dan menakjubkan yang terlihat dari hewan ini membuktikan ini. Pujian, keagungan, dan kebesaran tertuju kepada Sang Pencipta jerapah ini.


    "UNTUK INFORMASI PALING POPULER SAAT INI ADA DI SINI...KLIK..." 



 

BUAYA (CROCODILE)

Buaya bukan lagi ‘fossil hidup’

Selama ini buaya disebut sebut sebagai ‘fosil hidup’ karena sedikitnya perubahan fisik buaya dari jaman prasejarah. Tapi ternyata analisa yang dilakukan di New York menunjukkan buaya yang hidup di jaman sekarang ini berkembang dari kelompok yang sangat berbeda("KLIK HERE"). Terungkapnya perjalanan evolusi buaya itu diketahui lewat penemuan nenek moyang purba buaya, semisal spesimen mirip kucing, buaya raksasa dan spesies vegetarian berhidung pesek. Anatomi tubuh pendek dan lebar, moncong bulat, serta ekor pendek yang diperlihatkan beberapa buaya itu menunjukkan adanya serangkaian adaptasi.


Adaptasi anatomi dari kelompok reptil yang amat beragam dan disebut notosuchian crocodyliform itu dipaparkan dengan detail dalam Memoir of the Society of Vertebrate Paleontology, Desember 2010. Laporan yang disunting oleh David W. Krause dan Nathan J. Kley dari Stony Brook University itu dengan tegas menumbangkan gagasan yang menyatakan bahwa buaya adalah fosil hidup, tidak berubah sejak zaman prasejarah.
Mereka menduga struktur tubuh dasar dari buaya, alligator, dan gharial berkembang dari sebuah kelompok reptil prasejarah yang amat beragam dengan bentuk tubuh berbeda("KLIK HERE"). Dugaan itu berawal dari penemuan fosil buaya aneh Simosuchus clarki 10 tahun lalu di Madagaskar. Sejak saat itu, para ahli paleontologi berlomba menemukan fosil utuh binatang tersebut.
10 tahun kemudian, kerangka buaya yang hampir lengkap pun ditemukan. Analisis fosil tersebut memicu kembali diskusi tentang evolusi buaya modern. “Tengkorak dan rahang bawahnya nyaris terawetkan seluruhnya,” kata Nathan J. Kley. “Tulang itu dikombinasikan dengan CT-scan resolusi tinggi memungkinkan kami menggambarkan struktur kerangka kepala, baik dalam maupun luarnya, secara detail luar biasa, termasuk jalur saraf dan pembuluh darah yang amat kecil.”
Simosuchus clarki, yang diperkirakan hidup 66 juta tahun lampau di pengujung zaman dinosaurus, amat berbeda dibandingkan dengan spesies buaya lain. Panjangnya hanya 60 sentimeter, moncong pendek dan membulat, serta ekor pendek dan tubuhnya mirip tank tertutup lapisan keras("KLIK HERE").
Dengan rahangnya yang pendek dan lemah, ditambah gigi berbentuk daun, para ilmuwan menduga reptil tersebut tak akan mampu menarik mangsa dari tepi air, seperti apa yang dilakukan buaya modern. Berdasarkan analisis tersebut, Simosuchus clarki diperkirakan adalah buaya purba yang hidup di darat, dan bukannya memangsa binatang lain seperti kerabat modernnya. Spesies itu justru mengunyah tanaman di habitat padang rumput yang kering.
“Simosuchus clarki hidup di darat, berbadan lebar, dan posturnya seperti sedang berjongkok, menunjukkan binatang itu tak dapat bergerak lincah atau cepat,” kata Joseph Sertich dari Department of Anatomical Sciences di Stony Brook, yang terlibat dalam studi tersebut.
Meski gagasan buaya vegetarian yang lemah ini terdengar ganjil, laporan para ilmuwan Stony Brook membuat orang dengan mudah membayangkan bagaimana buaya itu berjalan pelan menyusuri habitat padang rumput keringnya, beristirahat untuk mengunyah tanaman dan berjongkok rendah untuk bersembunyi dari predator seperti majungasaurus, dinosaurus pemakan daging("KLIK HERE"). Mereka juga menemukan bukti yang menunjukkan asal usul evolusioner Simosuchus clarki. “Analisis hubungan evolusioner menunjukkan kerabat terdekat Simosuchus hidup jauh lebih awal di Mesir,” kata Sertich.
Tanpa mempedulikan nenek moyangnya sekalipun, penemuan Simosuchus clarki telah menetapkan standar baru tentang apa yang membentuk seekor buaya. “Singkatnya, Simosuchus adalah anggota grup crocodyliform paling aneh yang pernah ditemukan,” kata Dr Christopher Brochu, pakar fosil buaya dari University of Iowa.
Keanehan spesies buaya itu, kata Brochu, ada kemungkinan dipengaruhi oleh relung khusus yang ditempati Simosuchus clarki dalam ekosistem. “Banyak peran ekologi yang diisi oleh dinosaurus di utara, tapi diisi oleh buaya di belahan selatan,” katanya. “Hal itu menyebabkan munculnya buaya yang sangat aneh.”
Brochu juga memperlihatkan perbedaan yang amat kontras antara Simosuchus clarki dan buaya modern(KLIK HERE). “Gharial India, misalnya, mempunyai moncong langsing dan panjang dengan gigi seperti jarum, serta sendi rahang terletak sejauh mungkin ke belakang. Simosuchus clarki memiliki struktur sebaliknya. Moncongnya begitu pendek sehingga tengkoraknya hampir seperti kubus. Giginya sama sekali tak mirip jarum dan sambungan rahangnya terletak di bawah telinga, jauh sekali dari ciri gharial.”
Selain Simosuchus clarki, fosil buaya lain yang membuktikan buaya bukan fosil hidup adalah kerangka binatang mirip buaya kecil dengan gigi menyerupai mamalia, yang ditemukan sejumlah ahli paleontologi di Tanzania. Gigi kucing yang dimiliki buaya tersebut jauh berbeda dari gigi kerucut buaya modern, yang digunakan untuk merobek dan memotong.

PINGUIN

Perbedaan Kutub Utara dan Kutub Selatan

"KLIK HERE"
Sebagian dari kita biasanya sudah tahu kalo penguin hanya bisa ditemukan di Kutub Selatan. Jangan pernah berharap melihat burung hitam putih bernama pinguin itu di kutub utara
Walau sama-sama daratan di ujung planet Bumi yang diliputi es, kutub utara dan kutub selatan memiliki banyak perbedaan("KLIK HERE"). Penguin hanya salah satu nya saja

  • Wilayah es Arktik di kutub utara pada dasarnya merupakan lautan beku yang dikelilingi daratan yang sering disebut lingkaran Arktik (Arctic Circle). Sebaliknya, Antartika di kutub selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.
  • Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia. Maka jangan heran kalau Pangeran Mohammed Al Faisal dari Saudi Arabia pernah berencana mengangkut 100 juta ton es dari Antartika ke negaranya. menakjubkan bukan?
  • Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius. Karena suhu yang lebih hangat ini, terbentuknya lubang ozon di atas kutub utara tidak separah kutub selatan. Sebab, suhu yang lebih hangat menyebabkan pembentukan awan stratosfer yang merusak lapisan ozon lebih sedikit. Meski demikian, lapisan stratosfer di atas kutub utara mengalami pendinginan dari tahun ke tahun sehingga lubang ozon semakin besar. Mungkin tak akan sebasar lubang ozon di Antartika yang mencapai luas benua Eropa. 
  • Daratan es yang didominasi lapisan es tipis di Arktik lebih mudah retak saat musim panas tiba. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan, ratakan es telah melanda seluruh bagian Arktik saat tiba musim panas. Di Antartika retakan lapisan es melanda wilayah-wilayah tepian saja namun sekali lepas, pulau es yang mengapung bisa berlayar dari Antartika sampai ke Selandia Baru.
  • Sampai saat ini, wilayah Kutub Utara masih menjadi rebutan di antara negara-negara adikuasa. Russia sudah buru-buru mengklaim kekuasaannya di kutub utara dengan menancapkan bendera di dasar perairannya tahun lalu. Russia sudah menyipakan pengeboran gas di Lomonosov Ridge, barisan pegunungan bawah laut pada kedalaman 1920 meter untuk memperoleh 10 miliar ton gas("KLIK HERE"). Tetapi, AS juga tak mau kalah dengan mengirim kapal pemecah es Coast Guard untuk memetakan kembali batas wilayahnya di Alaska sebelum lapisan es di sana terus menyusut karena pemanasan global. Badan Survei Geologi AS memperkirakan terdapat kandungan minyak di bawah Arktik sampai seperempat kandungan minyak dunia.
  • Meski Kutub Selatan diperkirakan juga menyimpan minyak terutama di sekitar Laut Ross, kemungkinan ditambang saat ini sangat kecil. Antartika telah mendapat perlindungan sesuai Traktat Antartika yang melarang siapapun melakukan segala bentuk eksplorasi minyak dan menjadikan Antartika kawasan damai serta riset bersama. Sepanjang sejarah, Antartika memang tidak pernah dikuasai siapapun dan tidak ada penduduk asli di sana. Kontras sekali dengan wilayah lingkaran Arktik yang terdapat beberapa kota berpenduduk seperti Barrow di Alaska, Tromso, Norwegia, serta Muramansk dan Salekhaard, Russia. Di kutub utaralah orang-orang Eskimo bermukim.
  • Selain itu juga, hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang("KLIK HERE"). Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.Betapa kerennya bumi ini yang di liputi oleh 2 kutub yang sangat indah dan kelihatan sama walaupun sebenarnya memiliki perbedaan yang jauh..

Kutub Utara :




Kutub Selatan :














Read more: http://kaskusalamliar.blogspot.com/

ANJING LAUT

Anjing Laut

Anjing laut umumnya bertubuh licin dan cukup besar. Tubuhnya beradaptasi dengan baik untuk habitat akuatiknya("KLIK HERE"), di mana mereka menghabiskan sebagian besar masa hidupnya.
Sebagai tangan, kaki depannya berukuran besar dan berbentuk seperti sirip, dan tubuhnya menyempit ke belakang. Anjing laut terkecil, yaitu memiliki berat sekitar 30 kg untuk ukuran dewasa dan panjang 1.2 meter. Big Sea HunterAnjing laut terbesar, yaitu anjing laut gajah selatan memiliki panjang maksimal hingga 4 meter dan berat 2200 kg.
Semua jenis anjing laut merupakan hewan karnivora yang memakan ikan,cumi dan hewan laut lainnya("KLIK HERE"). Anjing laut gajah selatan kemungkinan merupakan predator terbesar di antara jenis-jenis anjing laut lainnya, yang memakan berbagai macam hewan dari krill hingga penguin hingga anjing laut lainnya.
Anjing laut sedang berenang